Tragedi Wanita Yang Menantang Kuasa Panglima Mataram

BAGIKAN:

Kisah Roro Mendut yang menolak menjadi selir panglima Mataram dan memilih berjualan rokok bekas hisapannya demi bayar pajak.

Roro Mendut Berhadapan dengan Tumenggung Wiroguno

Langit di atas Kadipaten Pati runtuh bersamaan dengan takluknya wilayah itu di bawah ekspansi agung Kesultanan Mataram. Di antara harta rampasan perang dan tawanan yang digiring menuju ibu kota, terdapat satu "permata" yang kilaunya membuat mata para lelaki tak berkedip. Ia adalah Roro Mendut, gadis pesisir yang kecantikannya liar dan tak tunduk pada aturan keraton. Sesampainya di Mataram, pesona Mendut langsung menyihir Tumenggung Wiroguno, panglima perang sepuh yang paling berkuasa di bawah Sultan Agung. Sang Tumenggung ingin menjadikan gadis boyongan itu sebagai selir utamanya, sebuah tawaran yang bagi wanita lain adalah tiket menuju kemuliaan.

Namun, Roro Mendut terbuat dari baja, bukan sutra. Di hadapan sang panglima yang bisa memenggal kepala siapa saja, ia dengan lantang menolak. "Aku lebih baik mati daripada harus melayani nafsu orang tua yang telah menghancurkan tanah kelahiranku!" tolaknya tegas. Penolakan itu menampar harga diri Wiroguno. Sebagai hukuman atas keangkuhannya, Wiroguno tidak membunuhnya, melainkan menjatuhkan denda pajak yang sangat tidak masuk akal jumlahnya setiap hari. Tujuannya satu: membuat Roro Mendut menyerah, memohon ampun, dan akhirnya bersedia masuk ke peraduannya.

Pasar Senggol dan Rokok Klobot

Wiroguno meremehkan tekad wanita itu. Alih-alih menyerah, Roro Mendut memutar otak. Ia mendirikan sebuah warung kecil tertutup tirai bambu di pasar kota. Di sana, ia melinting rokok klobot (rokok daun jagung). Namun, ia tidak menjual rokok biasa. Ia menghisap rokok itu terlebih dahulu, membiarkan asapnya menyentuh paru-parunya, dan membasahi ujung rokok itu dengan liur di bibirnya yang merah merekah. Rokok "bekas" itulah yang ia jual dengan harga setinggi langit.

Roro Mendut Berada di Warung
Gambar 1. Ilustrasi Roro Mendut Berada di Warung

Anehnya, dagangan itu laku keras. Para lelaki bangsawan dan saudagar Mataram rela antre berjam-jam dan membayar mahal hanya untuk bisa menghisap rokok yang pernah menyentuh bibir Roro Mendut. Bagi mereka, menghisap rokok itu adalah cara imajiner untuk mencumbunya. Asap tembakau itu menjadi simbol erotisme yang halus namun memabukkan. Dengan cara inilah Roro Mendut membayar pajak hariannya kepada Wiroguno. Ia membuktikan bahwa ia bisa membeli kemerdekaan tubuhnya sendiri, "menjual" sensualitas tanpa harus menyerahkan kehormatannya kepada sang penguasa.

Tragedi Di Ujung Keris

Di tengah perjuangannya, hati Roro Mendut akhirnya berlabuh, namun bukan pada Wiroguno, melainkan pada seorang pemuda tampan bernama Pronocitro. Cinta mereka tumbuh subur di balik tirai warung rokok, tersembunyi dari mata-mata Wiroguno. Sadar bahwa cinta mereka tidak akan pernah direstui, sepasang kekasih ini memutuskan untuk melarikan diri dari tembok istana Mataram untuk kembali ke Pati. Namun, pelarian mereka tidak berlangsung lama. Pasukan Wiroguno berhasil mengejar mereka di sebuah hutan jati saat mereka sedang beristirahat.

Tragedi Pembunuhan Pronocitro oleh Wiroguno
Gambar 2. Ilustrasi Tragedi Pembunuhan Pronocitro oleh Wiroguno

Wiroguno yang terbakar api cemburu buta tak lagi memberi ampun. Di hadapan Roro Mendut, ia menghunuskan kerisnya dan menewaskan Pronocitro seketika. Melihat kekasihnya terbujur kaku bersimbah darah, Roro Mendut tidak menangis histeris. Ia menatap Wiroguno dengan tatapan yang lebih tajam dari mata keris. "Kau bisa memiliki tubuhnya yang mati, Wiroguno, tapi kau tidak akan pernah memiliki jiwaku," ucapnya dingin. Sebelum Wiroguno sempat mencegah, Roro Mendut merebut keris yang masih berdarah itu dan menikamkannya ke dadanya sendiri, memilih menyusul kekasihnya ke alam keabadian daripada hidup sehari lagi di bawah bayang-bayang pria yang ia benci.

Kesimpulan

Kisah Roro Mendut dan Pronocitro sering disebut sebagai "Romeo dan Juliet" versi Jawa, namun dengan nuansa perlawanan yang lebih kental. Roro Mendut dikenang bukan hanya karena kecantikannya, tapi karena keberaniannya mempertahankan otoritas atas tubuh dan cintanya sendiri di tengah sistem kekuasaan yang menindas.

Makam mereka yang berdampingan di daerah Cepiring (antara Yogyakarta dan Solo) kini masih sering dikunjungi. Konon, keberanian Roro Mendut mengajarkan kita bahwa harga diri seorang manusia tidak bisa dibeli dengan kekuasaan, dan cinta sejati adalah tentang kebebasan memilih, bahkan jika pilihan itu adalah kematian.


Credit Penulis : Titis Wicaksono Gambar Ilustrasi : Generate AI Referensi :
  • Babad Tanah Jawi - "Kisah Penaklukan Pati".
  • Novel Sejarah Y.B. Mangunwijaya - "Roro Mendut".
  • Budaya Jawa - "Simbolisme Rokok Klobot Roro Mendut".

Komentar

Nama

cerita hikmah,5,cerita nusantara,26,cerita para nabi,21,cerita rakyat,26,cerita sahabat,14,cerita sejarah dunia,20,kisah pembaca,10,
ltr
item
Al Kisah Media: Tragedi Wanita Yang Menantang Kuasa Panglima Mataram
Tragedi Wanita Yang Menantang Kuasa Panglima Mataram
Kisah Roro Mendut yang menolak menjadi selir panglima Mataram dan memilih berjualan rokok bekas hisapannya demi bayar pajak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0TWZ-tfgvYAcQ_Zu6EV-M6rImEvXmMadXN_DM2ML-KNavxxfVQKO7Bpk8ulBk-jUM8-nvmQ6teeHqV5Br3obwLJTJIuM5-OubBkpUKtLf7U9Q9qrcGA89GA3NsMxjXOa0qnKc2Bb9CjwCQw0cw9hsvbUqf5QVmneITWAeZjOOFKOVcNb3_ieRn5T9hwY/s1600-rw/Roro-Mendut-Berhadapan-dengan-Tumenggung-Wiroguno.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0TWZ-tfgvYAcQ_Zu6EV-M6rImEvXmMadXN_DM2ML-KNavxxfVQKO7Bpk8ulBk-jUM8-nvmQ6teeHqV5Br3obwLJTJIuM5-OubBkpUKtLf7U9Q9qrcGA89GA3NsMxjXOa0qnKc2Bb9CjwCQw0cw9hsvbUqf5QVmneITWAeZjOOFKOVcNb3_ieRn5T9hwY/s72-c-rw/Roro-Mendut-Berhadapan-dengan-Tumenggung-Wiroguno.webp
Al Kisah Media
https://www.alkisah.my.id/2026/02/tragedi-wanita-yang-menantang-kuasa-panglima-mataram.html
https://www.alkisah.my.id/
https://www.alkisah.my.id/
https://www.alkisah.my.id/2026/02/tragedi-wanita-yang-menantang-kuasa-panglima-mataram.html
true
21187299767068603
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi