Kisah masa terkelam Eropa saat 'Sang Maut' berjubah hitam mengambil separuh nyawa penduduk. Sejarah lahirnya topeng burung dan karantina.
Tahun 1347 adalah tahun di mana dunia berubah menjadi neraka. Langit Eropa yang biasanya cerah berubah kelabu oleh asap pembakaran mayat. Di jalanan, tidak ada suara tawa, hanya ada dentang lonceng gereja yang tak henti-hentinya mengabarkan kematian.
Inilah kisah tentang The Black Death, pandemi terburuk dalam sejarah manusia yang nyaris menghapus peradaban Eropa dari peta dunia.
Musuh kali ini tidak membawa pedang, melainkan datang dengan diam-diam melalui tumpangan kapal dagang.
Kapal Hantu di Pelabuhan Messina
Mimpi buruk bermula ketika 12 kapal dagang dari Genoa merapat di pelabuhan Messina, Sisilia. Orang-orang di pelabuhan terkejut melihat pemandangan di atas kapal. Sebagian besar pelaut sudah tewas, dan mereka yang masih hidup dipenuhi bisul hitam aneh yang meneteskan darah dan nanah.
| Gambar 1. Ilustrasi Pelabuhan Messina |
Pemerintah kota segera memerintahkan kapal-kapal itu pergi, tapi sudah terlambat. Tikus-tikus hitam yang membawa kutu terinfeksi bakteri Yersinia pestis sudah turun ke darat, menyusup ke rumah-rumah warga, dan menyebarkan "Maut Hitam" ke seluruh benua.
Dokter Bertopeng Burung
Di masa itu, dokter percaya wabah menyebar lewat udara buruk (miasma). Maka, lahirlah kostum medis paling menyeramkan dalam sejarah. Para dokter mengenakan jubah lilin tebal dan topeng berbentuk paruh burung panjang.
| Gambar 2. Ilustrasi Kostum Medis Dokter |
Di dalam paruh itu, mereka menaruh bunga kering, rempah, dan cuka, berharap aromanya bisa melindungi mereka dari infeksi. Ironisnya, kehadiran sosok bertopeng burung ini justru menjadi pertanda buruk. Di mana mereka muncul, berarti kematian sudah dekat.
Ketika Separuh Eropa Lenyap
Hanya dalam waktu 5 tahun (1347-1351), wabah ini membunuh sekitar 25 hingga 50 juta orang. Itu setara dengan 30% hingga 60% populasi Eropa saat itu.
| Gambar 3. Ilustrasi Lukisan "Dance Macabre" |
Kepanikan massal terjadi. Orang tua meninggalkan anak-anak mereka yang sakit, suami meninggalkan istri. Kota-kota besar seperti Florence dan Paris berubah menjadi kota hantu. Mayat-mayat menumpuk di jalanan karena tidak ada lagi orang yang hidup untuk menguburkannya. Manusia benar-benar di ambang kepunahan.
Lahirnya Karantina
Di tengah keputusasaan, kota pelabuhan Ragusa (sekarang Dubrovnik) dan Venesia menemukan cara bertahan. Mereka melarang kapal masuk dan mewajibkan pelaut menunggu di pulau terpencil selama 30 hari (trentino), lalu diperpanjang menjadi 40 hari (quaranta giorni).
| Gambar 4. Ilustrasi Pulau Karantina |
Dari sinilah kata "Karantina" lahir. Sebuah warisan medis yang masih kita gunakan hingga hari ini untuk melawan pandemi modern.
Kesimpulan
Tragedi Black Death adalah pengingat keras tentang betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan alam. Namun, ia juga menjadi titik balik. Setelah wabah usai, sistem feodal runtuh, gaji pekerja naik, dan ilmu kedokteran berkembang pesat. Dari kematian massal itu, lahirlah zaman baru bernama Renaisans (Kelahiran Kembali).
Credit :
Penulis : Titis
Gambar dari Generate AI
Komentar