Raja Jayanegara tewas bukan di medan perang, tapi di tangan tabibnya sendiri saat operasi bisul. Apakah ini dendam pribadi atau konspirasi Gajah Mada?
Kita sering mendengar kejayaan Majapahit di bawah Gajah Mada. Tapi sejarah jarang membahas "halaman berdarah" yang membuka jalan menuju kejayaan itu.
Halaman itu berisi kisah pembunuhan Raja Jayanegara.
Jayanegara adalah raja kedua Majapahit. Berbeda dengan ayahnya (Raden Wijaya) yang dihormati, Jayanegara sering disebut Kalagemet (jahat dan lemah). Ia dibenci karena perilakunya yang amoral, termasuk melarang adik-adik tirinya menikah karena ingin dinikahi sendiri.
Namun, ajal sang raja tidak datang di medan perang, melainkan di ujung pisau tabib kepercayaannya sendiri.
Dendam Sang Tabib Istana
Pelakunya bernama Ra Tanca. Dia bukan orang sembarangan. Dia adalah anggota Dharmaputra (pasukan elit pengawal raja) sekaligus tabib istana yang ahli pengobatan.
Momen itu datang saat sang Raja menderita bisul yang parah hingga tidak bisa berjalan.
Pisau Bedah yang Menjadi Belati
Tahun 1328, Ra Tanca dipanggil ke kamar tidur raja untuk membedah bisul itu. Hanya ada mereka berdua di dekat tempat tidur, sementara Gajah Mada (Komandan Bhayangkara) berjaga di luar atau di sudut ruangan.
Raja Jayanegara tewas seketika di atas peraduannya sendiri.
Gajah Mada Pahlawan atau Dalang?
Di sinilah letak misteri terbesarnya. Melihat Raja dibunuh, Gajah Mada langsung bertindak. Tanpa menangkap Ra Tanca untuk diinterogasi, Gajah Mada langsung menebas Ra Tanca hingga tewas di tempat saat itu juga.
- Apakah Gajah Mada murni marah karena rajanya dibunuh?
- Atau, apakah Gajah Mada sengaja "meminjam tangan" Ra Tanca untuk menyingkirkan raja yang dibenci rakyat, lalu membunuh Ra Tanca agar rahasia itu terkubur selamanya?
Kesimpulan
Sejarah ditulis oleh pemenang. Kita tidak akan pernah tahu apakah Ra Tanca bergerak sendiri atau ada "lampu hijau" dari para pejabat tinggi yang muak dengan Raja Jayanegara. Yang jelas, operasi bedah yang gagal itu adalah titik balik yang mengubah nasib Nusantara selamanya.
- Kitab Pararaton - Bab Pemberontakan Dharmaputra.
- Slamet Muljana - Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit).
Komentar