Merasa hidup jalan di tempat? Belajarlah dari filosofi pohon bambu. Ia tumbuh ke bawah memperkuat akar selama 4 tahun, sebelum melesat ke langit.
Pernahkah kamu merasa hidupmu jalan di tempat padahal kamu merasa sudah berusaha sangat keras? Rasanya seperti berlari kencang di atas treadmill, kamu mengeluarkan banyak keringat dan tenaga, tapi posisimu tidak berpindah ke mana-mana.
Sementara itu, kamu melihat teman-temanmu yang lain sepertinya sudah lari kencang meraih kesuksesan dengan mudah. Jika kamu sedang merasakan kegelisahan dan rasa iri hati itu, cobalah renungkan sejenak filosofi hidup dari Pohon Bambu Cina.
4 Tahun Tanpa Hasil
Jika kamu memutuskan untuk menanam benih pohon bambu, kamu harus siap menyiram dan memupuknya setiap hari dengan telaten. Namun anehnya, di tahun pertama hingga tahun keempat, tidak akan ada pertumbuhan batang yang signifikan yang terlihat di permukaan tanah.
Rahasia di Dalam Tanah
Apa yang sebenarnya terjadi selama empat tahun masa hening itu, apakah bambu itu tidur atau mati? Ternyata tidak, bambu itu justru sedang mengalami pertumbuhan dahsyat yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa.
Melesat Menyentuh Langit
Tiba-tiba, keajaiban alam terjadi tepat di tahun kelima setelah masa penantian panjang itu selesai. Bambu itu berhenti memanjangkan akarnya ke bawah, dan mulai melesat tumbuh ke atas dengan kecepatan yang mengerikan dan tak terkejar tanaman lain.
Kesimpulan
Hidup kita seringkali memiliki pola yang mirip seperti siklus pertumbuhan pohon bambu ini. Saat kamu merasa stuck atau macet padahal sudah bekerja keras siang malam, ingatlah bahwa kamu tidak sedang gagal, melainkan kamu sedang berproses di dalam tanah.
Kamu sedang "tumbuh ke bawah" untuk memperkuat mental, ilmu, dan karaktermu agar siap menopang kesuksesan besar nanti. Bersabarlah sedikit lagi dan jangan berhenti menyiram usahamu, karena masa panen rayamu pasti akan tiba pada waktunya.
Komentar