Khalid bin Walid: Peristiwa Ganjil di Tengah Perang Yarmuk

BAGIKAN:

Dipecat saat perang sedang berkecamuk? Respon Khalid bin Walid terhadap surat Khalifah Umar di Perang Yarmuk sungguh di luar nalar manusia biasa.

Gambar Khalid bin Walid

Nama Khalid bin Walid adalah jaminan kemenangan. Ia digelari Saifullah (Pedang Allah). Ratusan perang ia lalui tanpa sekalipun mencicipi kekalahan.

Namun, di tengah berkecamuknya Perang Yarmuk—pertempuran paling menentukan antara pasukan Muslim melawan Kekaisaran Romawi—terjadi sebuah peristiwa yang sangat ganjil.

Bukan tentang strategi perang, bukan tentang mukjizat langit. Melainkan tentang sebuah surat yang membuat sang panglima melakukan hal yang tak masuk akal bagi logika manusia biasa.

Surat Misterius di Garis Depan

Saat itu, Khalid sedang berada di puncak komando. Ia mengatur ribuan pasukan untuk menahan gempuran tentara Romawi yang jauh lebih besar dan bersenjata lengkap. Strategi jeniusnya sedang berjalan mulus.

Gambar Umat Islam Berhadapan dengan Pasukan Romawi

Gambar 1. Ilustrasi Umat Islam Berhadapan dengan Pasukan Romawi
Tiba-tiba, seorang utusan berpacu kuda datang dari Madinah, membawa surat dari Khalifah Umar bin Khattab.

Prajurit mengira itu adalah surat bantuan pasukan atau strategi tambahan. Namun saat Khalid membacanya, isi surat itu bagaikan petir di siang bolong.

Isinya singkat dan tegas: Khalid DIPECAT.

Khalifah Umar mencopot jabatan Khalid sebagai Panglima Tertinggi saat itu juga, dan menyerahkan kepemimpinan kepada Abu Ubaidah bin Jarrah.

Respon yang Mengguncang Logika

Bayangkan posisi Khalid. Dia sedang berjasa besar, dia pahlawan, dan dia sedang memimpin perang hidup-mati. Tiba-tiba dipecat tanpa alasan yang jelas di matanya.

Gambar Penyerahan Bendera

Gambar 2. Ilustrasi Penyerahan Bendera
Jika itu jenderal biasa, ia mungkin akan meremas surat itu, menyembunyikannya sampai perang selesai, atau bahkan marah besar karena merasa tidak dihargai.

Tapi perhatikan apa yang "ganjil" dari respon Khalid. Ia tidak marah. Ia tidak memprotes. Ia mendatangi Abu Ubaidah, mencium kening sahabatnya itu, dan menyerahkan panji perang dengan hormat.
"Silakan memimpin, wahai Kepercayaan Umat. Mulai detik ini, aku adalah prajuritmu,"
kata Khalid.

Prajurit Biasa Berhati Baja

Khalid melepas atribut kebesarannya. Ia mundur ke barisan prajurit biasa.

Gambar Khalid Sebagai Prajurit Biasa

Gambar 3. Ilustrasi Khalid Sebagai Prajurit Biasa
Yang lebih ajaib, semangat tempurnya tidak kendor sedikitpun. Ia tetap mengamuk di medan perang, menebas musuh Romawi seolah-olah ia masih memimpin. Ia bertarung mati-matian bukan untuk mempertahankan jabatannya, tapi untuk memastikan Islam menang.

Banyak prajurit yang bingung dan bertanya, "Wahai Khalid, kenapa engkau masih mau berjuang sekeras ini padahal engkau sudah diperlakukan seperti itu?"

Jawaban Khalid kemudian dicatat dengan tinta emas dalam sejarah:
"Aku tidak berperang karena Umar. Aku berperang karena Tuhannya Umar."

Di Balik Keputusan Umar

Ternyata, Umar memecat Khalid bukan karena benci. Umar khawatir umat Islam mulai syirik. Umar takut rakyat berpikir kemenangan datang karena kehebatan Khalid, bukan karena pertolongan Allah.

Gambar Suasana Kemenangan Umat Islam

Gambar 3. Ilustrasi Suasana Kemenangan Umat Islam
Maka Umar memecatnya untuk membuktikan: Tanpa Khalid sebagai panglima pun, Allah tetap bisa memberikan kemenangan. Dan benar, hari itu kaum Muslimin menang gemilang.

Kesimpulan

Peristiwa ganjil di Yarmuk mengajarkan kita definisi IKHLAS yang sesungguhnya. Ikhlas itu bukan cuma rela memberi, tapi rela tidak dianggap, rela turun panggung, dan tetap bekerja maksimal meski tidak lagi memegang jabatan. Khalid bin Walid membuktikan bahwa dirinya adalah pelayan Allah, bukan pelayan popularitas.


Credit Penulis :Titis Gambar Ilustrasi : Generate AI Referensi :
  • Tarikh At-Thabari - Sejarah Para Rasul dan Raja.
  • Kisah Para Sahabat - Dr. Mustafa Murad.

Komentar

Nama

cerita hikmah,5,cerita nusantara,21,cerita para nabi,16,cerita rakyat,21,cerita sahabat,10,cerita sejarah dunia,16,kisah pembaca,6,
ltr
item
Al Kisah Media: Khalid bin Walid: Peristiwa Ganjil di Tengah Perang Yarmuk
Khalid bin Walid: Peristiwa Ganjil di Tengah Perang Yarmuk
Dipecat saat perang sedang berkecamuk? Respon Khalid bin Walid terhadap surat Khalifah Umar di Perang Yarmuk sungguh di luar nalar manusia biasa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3WdEtUP7VHq1bj3kUBLDHjMEfMIpoYVsjpiYdAbQMekoz-RY2_qd9ZH_5onxiFBMuQOV6ImB8bE86k5NM6oBw4jxwE8goGuMnmynwIlESzuY6_SfF5mEXo_RzC_YY2gU0tpqQsc5PIX8eRZM6o2xQCF6cNcHKFDxLNO-HqYGXl2Ak4vuum4aoR19Hfks/s1600-rw/Khalid-bin-Walid.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3WdEtUP7VHq1bj3kUBLDHjMEfMIpoYVsjpiYdAbQMekoz-RY2_qd9ZH_5onxiFBMuQOV6ImB8bE86k5NM6oBw4jxwE8goGuMnmynwIlESzuY6_SfF5mEXo_RzC_YY2gU0tpqQsc5PIX8eRZM6o2xQCF6cNcHKFDxLNO-HqYGXl2Ak4vuum4aoR19Hfks/s72-c-rw/Khalid-bin-Walid.webp
Al Kisah Media
https://www.alkisah.my.id/2026/01/khalid-bin-walid-peristiwa-ganjil-di-tengah-perang-yarmuk.html
https://www.alkisah.my.id/
https://www.alkisah.my.id/
https://www.alkisah.my.id/2026/01/khalid-bin-walid-peristiwa-ganjil-di-tengah-perang-yarmuk.html
true
21187299767068603
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi